Breaking

25 Juni 2011

Sadar tidak sadar

Ada banyak kata dan kalimat yang mampu menyakiti seseorang atau membuat orang sekedar berbunga-bunga, terkadang ketika kita mengucapkan sesuatu yang mampu membuat kita merasa bersalah justru terucap begitu saja dari mulut 

Ada sebuah kisah tentang seorang pengelana yang melewati beberapa pemuka agama, tanpa di sadari oleh si pengelana itu adalah ketika ia mengucapkan kata-kata semacam sarkasme sindirin dan ejekan, sambil lalu namun beberapa saat kemudian sang pengelana sadar bahwa apa yang baru saja di ucapkannya adalah sesuatu yang tidak baik maka sang pengelana pun berbalik untuk menemui para pemuka agama tersebut dan mengucapkan kata maaf dan memohon untuk menghukumnya jika memang harus

Lalu sang pemuka agama memberinya titah agar ia pulang dan mengambil bantal kapuk lantas di suruhnya ia merobek hingga semua kapuk berhamburan setelah itu si pengelana pun berbalik untuk kembali menemui sang pemuka agama untuk memberitahukan bahwa ia telah melakukannya

Lantas sang pemuka agama menyuruhnya untuk kembali ke rumah agar ia mengumpilkan semua kapuk yang terburai lalu sang pengelana mengatakan bahwa itu tidak mungkin sebab semua kapuk telah berhamburan tertiup angin lantas sang pemuka agama mengatakan seperti itulah apa yang anda lakukan bahwa ketika anda mengucapkan sesuatu yang menyakiti perasaan orang maka itu seperti anda memecahkan piring

Mungkin dengan kita mengatakan kata maaf semua akan baik-baik saja dan semua kembali seperti semula tapi tahukah anda bahwa ketika semua terjadi semua itu seperti hamparan waktu yang berlalu yang tidak akan bisa kembali, jadi selama kita masih mampu mengendalikan lidah dan keadaan kenapa tidak ??? lakukan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !
N' Thx.. jika anda mencantumkan nama / Url anda