Breaking

22 August 2017

Afgan tidak tahu diri, sudah di usir masih saja naik ke atas panggung

Penyanyi Afgan sejatinya manggung sesuai jadwal di pagelaran Prambanan Jazz Festival 2017 bersama Berbagai musisi top lokal dan internasional.


Akan tetapi karena jadwal manggung yang seharusnya pukul 20.00 menjadi 22.00. Karena di waktu yang sama tersebut bentrok dengan artis luar, Afgan pun diminta untuk batal main oleh pihak panitia.


Lebih mengejutkan lagi ketika afgan memaksakan diri untuk naik ke atas panggung sound tidak dinyalakan, Afgan tetep keukeh untuk terus bernyanyi hingga lagu ke 4 semua backstage dimatikan seolah-olah bahwa acara sudah selesai, jika Afgan tahu diri seharusnya sejak awal di apulang saja.

Dilansir dari Viva News keinginan kuat Afgan untuk terus bertahan adalah karena fans yang teriakan namanya berulang-ulang sehingga hati nuraninya mengatakan bahwa ia harus naik ke atas panggung dan bernyanyi, lebih mengejutkannya lagi adalah ketika lampu dipadamkan semua penonton menyalakan handphone nya, persis kejadian dalam film Circle yang di bintangi oleh Emma Watson baru-baru ini.

Afgan sangat menyayangkan kejadian tersebut dan berharap, agar artis lokal bisa selalu mendapat apresiasi yang sama dengan artis internasional. Pihak panitia sudah meminta maaf dan memberikan klarifikasinya terkait kejadian tersebut.

Semalem ngalamin pengalaman manggung yang gak mengenakan, pertama kali ngalamin kaya gini. Jadi dari awal memang acaranya ngaret banget, gw seharusnya perform jam 8 malam. Tapi gw baru naik panggung sekitar jam 10 malam. Padahal gw sudah stand by satu jam lebih awal untuk antisipasi. Dan karena ada international artist yang harus main di waktu yang sama, gw malah dibilang gak usah main sama panitia, cuman karena gw lihat banyak sekali penonton yang sudah nunggu di depan panggung, bahkan ada yang sudah dateng jauh2 dari luar Jogja, akhirnya gw dan management fight untuk naik. Walaupun sound awalnya gak dinyalain oleh mereka, gw tetep nyanyi, at least fans gak sia-sia udah nunggu. Eh di lagu ke 4, lampu panggung semua di matiin, alias gw diusir. Akhirnya semua penonton nyalain flashlight dr handphone masing2, tanda mereka tetep ingin gw nyanyi. Moment ini yang buat gw dan anak2 band terharu, mengobati kekecewaan kita semua. Terimakasih buat semua yang hadir semalam, gak tau lagi deh kalo gak ada support kalian. It means the world to us! Sayang sekali padahal acaranya bisa digarap dengan bagus, semoga bisa jadi pelajaran buat penyelenggara Prambanan Jazz. Dan semoga kedepannya local artist bisa dapat apresiasi yang sama dengan International artist. Cause we're all just trying to give our best on stage.. 📷 @nareend
Sebuah kiriman dibagikan oleh Afgan (@afgansyah.reza) pada

No comments:

Post a Comment

Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !
N' Thx.. jika anda mencantumkan nama / Url anda

Follow by Email