Breaking

13 Juli 2017

Mitos anak SD tahun 90an tampaknya benar-benar akan terjadi

Bayangkan apa jadinya jika hasrat dunia bernama Birahi tidak lagi populer, karena untuk memiliki anak cukup dengan mesin prediksi.


Dilansir dari situs Medical Daily, Senin, 10 Juli 2017 dalam kurun waktu 30 tahun dari sekarang, kemungkinan besar manusia tidak lagi harus melakukan hubungan intim untuk bisa memiliki anak. Setidaknya ini yang menjadi prediksi dari seorang profesor di Amerika Serikat.

Ketika sains semakin gila dan sinting, melancarkan aturan alamiah yang diberikan sang pencipta dengan pembentukan sel melalui teknologi embrio bisa terwujud tanpa melibatkan sperma dan telur.

Menurut profesor Hank Greely dari Stanford Law School’s Center for Law and Biosciences mengatakan bahwa “Embrio bisa diambil dari sel punca, bahkan bisa diedit secara genetik, tak perlu lagi mengandalkan sperma laki-laki dan telur wanita,”


Dikatakannya, reproduksi manusia bisa dilakukan secara otomatis dan lebih cepat dari yang dibayangkan sebelumnya. Bahkan lebih dari aman, karena embrio ini bebas dari penyakit genetik bawaan serta lebih murah dan mudah prosesnya.

“Editing gen ini bisa dilakukan dan sangat bermanfaat bagi pasangan. Mereka bisa memilih gen yang akan diturunkan ke anak, baik dari sisi fisik maupun kepintaran,” kata Greely.

Cara mendapatkan embrio ini hanya mengandalkan jaringan kulit dari ibu dan ayah, yang kemudian dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi layaknya sperma dan telur.

Dengan kecanggihan ini berarti di masa depan dua orang pasangan sesama jenis pun akan mampu memiliki anak biologis, dan akhirnya mitos anak SD tahun 90'an akan benar-benar terjadi dimana jika masing-masing kulit kita menempel dengan lawan jenis bisa hamil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !
N' Thx.. jika anda mencantumkan nama / Url anda