Breaking

13 February 2016

Kisah pendiri HONDA Motor Company

HONDA adalah merek dari produk kendaraan yang sering sekali kita dengar, tapi siapakah pendiri HONDA dan apa motifasinya mendirikan perusahaan tersebut.


Tersebutlah Soichiro Honda, pria kelahiran Hamamatsu, Shizuoka, Jepang tanggal 17 November 1906 kreator dari sejumlah sepeda motor dan mobil populer seperti Super Cub, Civic, Accord, dan Prelude.

Soichiro merupakan putra dari Mika seorang penenun dan Gihai seorang pandai besi. Gihai menjalankan bisnis memperbaiki sepeda angin. Saat itu bisnis transportasi sedang naik daun.


Gihai akan membeli sepeda yang rusak dengan harga murah di Tokyo. Kemudian ia akan memperbaikinya dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Soichiro pun ikut bekerja membantu pekerjaan sang ayah. Suku cadang sepeda sudah jadi mainannya sehari-hari.

Tahun 1922, usai menuntaskan 8 tahun sekolah, Soichiro melihat ada lowongan pekerjaan jadi asisten di bengkel Art Shokai, Tokyo. Kala itu di usianya yang masih remaja, ia beranikan diri merantau ke Tokyo dan bekerja. Ia memang diterima bekerja. Namun, karena ia masih bau kencur dan jadi karyawan termuda saat itu, pekerjaan awalnya tak lebih dari sekadar bersih-bersih dan menyiapkan makanan.

Saat gempa bumi terjadi tahun 1923, Soichiro berhasil menyelamatkan tiga mobil dari garasi yang terbakar. Padahal saat itu ia tak punya pengalaman berkendara. Soichiro akhirnya dipercaya untuk membantu mendesain mobil balap Curitss. Dengan mobil itu, timnya pun menjadi juara pertama di Japan Motor Car Championship kelima tanggal 23 November 1924.

Sejak gempa bumi yang tak terlupakan tersebut, Soichiro memutuskan untuk menciptakan suku cadang yang lebih awet untuk kendaraan. Ia berhasil mengubah jeruji yang tadinya terbuat dari kayu menjadi logam dan berhasil mendapatkan paten.

Imbasnya Art Shokai makin populer dan berkembang namun Soichiro bukanlah orang yang mudah puas yang akhirnya ia mencoba untuk menciptakan ring piston, hampir semua uang tabungannya ia gunakan di laboratorium penelitian. Sayangnya tak ada satu pun direktor Art Shokai yang mendukungnya.

Soichiro tak menyerah. Hari-harinya ia habiskan di dalam ruang kerjanya. Karena belum juga berbuah manis, ia sampai harus menjual perhiasan istrinya untuk meneruskan usahanya. Hingga pada satu titik ia menyadari kalau ia butuh pengetahuan yang mumpuni. Akhirnya ia putuskan untuk berkuliah sekolah tinggi di Hamamatsu.

Soichiro drop out kuliah karena ia menolak mengikuti ujian. Soichiro hanya butuh ilmu dan pengetahuan tapi ia tak butuh gelar, kemudian ia membuka usaha sendiri di Hamamatsu. tahun 1937, ia mendirikan perusahaan Tokai Seiki dan mulai memproduksi ring piston.

Perusahaan yang dijalankannya sukses, ketika Jepang kalah di Perang Dunia Kedua, perusahaannya ikut jatuh. Ia menjual perusahaan kepadca Toyota dengan harga 450 ribu yen. Selama setahun, Soichiro menghabiskan waktunya untuk beristirahat.

Setelah memutuskan istirahat hasrat besarnya ternyata masih ada lalu tahun 1946 Soichiro mendirikan perusahaan baru dengan nama yang lebih spektakuler, Honda Technology Research Institute. Sepeda motor bebek jadi produk utamanya. Perusahaan pun berkembang cukup pesat. Tahun 1947, nama perusahaan diubah menjadi Honda Motor Company.

Tahun 1958, ketika model kendaraannya “Super Cub” masuk ke Amerika Serikat, Honda jadi perusahaan sepeda motor terbesar, mengalahkan 50 kompetitor asa Jepang dan 200 kompetitor dari negara-negara lainnya.

Di pertengahan tahun 80an, Soichiro memegang 60 persen pasar dunia dan tahuna 90an, perusahaan berhasil memproduksi hampir 3 juta sepeda motor setahun. Sungguh pencapaian yang luar biasa sekali!

Soichiro dijuluki “Mr. Thunderstorm (Si Badai Petir)” karena ia adalah orang dengan emosi yang meledak-ledak, Soichiro mendapat banyak sekali prestasi. Ia sudah membuat 470 penemuan dan 150 paten. Belum lagi dengan gelar doktor kehormatan dari Michigan Technical University dan Ohio State University.

No comments:

Post a Comment

Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !
N' Thx.. jika anda mencantumkan nama / Url anda

Follow by Email